Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 20, 2011

PRESENTASI RENCANA KEGIATAN DAN RENCANA KERJA SESUAI ANGGARAN 2011


Pada tanggal 28 Januari 2011 bertempat di aula kantor Balai Harta Peninggalan Surabaya berlangsung acara Presentasi Rencana Kerja Tahun Anggaran 2011 yang diikuti oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Koordinator Wilayah Surabaya, meliputi : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Surabaya, Kantor Imigrasi (Kanim) Klas I Khusus Surabaya, Kanim Klas I Tanjung Perak, Lapas Klas IIA Sidoarjo, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Surabaya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya, Rutan Klas IIB Gresik. Setiap paparan dibatasi maksimal 10 menit. Bagi UPT yang menghadiri, Kepala UPT harus menyertakan Pejabat Strukturalnya. Adapun susunan/sistematika Presentasi terbagi 5 hal yaitu : Pendahuluan/Kondisi/Masalah, Potensi yang ada, Pencapaian Tahun 2010, Realisasi Anggaran 2010, Rencana Kegiatan (sesuai Anggaran 2011) dan Rencana Kerja sesuai dengan Anggaran (RKAKL).
Acara presentasi ini merupakan kebijakan dari kakanwil Kementerian Hukum & HAM Jawa Timur yang baru, Mashudi, dan diharapkan dapat berlangsung setiap tahun pada setiap pelaksanaan anggaran baru. Menurutnya ide ini berawal dari pemaparan setiap Kakanwil dihadapan Pejabat Eselon I dan Menteri Hukum & HAM. Acara seperti ini memang patut memperoleh apresiasi dari kita semua, karena adanya keterbukaan antara Kepala UPT dan jajaran Pejabat Struktural di bawahnya dan keterbukaan dengan jajaran Pejabat di Kanwil. Sebab seringkali kita mengeluhkan keterbatasan anggaran tanpa diketahui oleh Pejabat atasan kita di jajaran kanwil, padahal mereka yang seharusnya memperjuangkan anggaran di UPT masing-masing.
Presentasi UPT di jajaran Kanwil Kemenkumham Jawa Timur berlangsung di 8 (delapan) tempat yaitu Korwil Kanim Klas II Madiun tanggal 13 Januari 2011, Korwil Lapas Klas IIA Kediri tanggal 14 Januari 2011, Korwil Lapas Klas I Malang tanggal 15 Januari 2011, Korwil Lapas Klas IIA Jember tanggal 18 Januari 2011, Korwil Lapas Klas IIA Pamekasan tanggal 25 Januari 2011, Korwil Lapas Klas IIB Tuban tanggal 27 januari 2011, Korwil BHP Surabaya tanggal 28 januari 2011, dan Kanwil Kemenkumham tanggal 31 Januari 2011.
Usai presentasi ditutup dengan sambutan dari kakanwil, yang kemudian “break” sholat Jum’at bersama. Selesai sholat Jum’at dilanjutkan makan siang yang dihibur oleh alunan penyanyi yang diiringi keyboard. Kakanwil berkenan pula menyumbangkan 2 buah lagu disusul Ketua BHP Surabaya dan para Kepala UPT yang lain. Sungguh suatu keakraban dan kehangatan yang terbangun dijajaran Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.

Sabtu, April 03, 2010

OUTBOUND PARA PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN KANWIL KEMENKUMHAM JAWA TIMUR




“Integritas, Profesional, Komitmen, Inovatif, Kebersamaan”, itulah nilai-nilai yang didapat dari outbound para pejabat struktural di lingkungan kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM Jawa Timur. Outbound diselenggarakan di Trawas pada tanggal 20-21 Maret 2010 (Sabtu-Minggu) dibawah koordinasi Aura Adventure. Para peserta outbound, terdiri dari para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pejabat struktural Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, berangkat bersama dari Kanwil tepat jam 07.00 pagi menuju Hotel PCP, Trawas, Mojokerto. Tiba di hotel sekitar jam 10.00 WIB, dimulainya outbound ditandai dengan pengguntingan untaian bunga oleh Kakanwil, Bapak Sihabudin didampingi istri.
Pada sambutannya Kakanwil mengatakan, bahwa outbound ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan awalnya dicoba dianggarkan tetapi anggaran tidak turun, sehingga outbound dilaksanakan dengan swadaya alias biaya sendiri-sendiri. Outbound mengambil thema “Dengan Outbound Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik”. Pada thema tersebut tergambar jelas sasaran yang ingin dicapai dengan terselenggaranya outbound. Bahkan Kakanwil berharap, di waktu-waktu yang akan datang outbound agar diselenggarakan oleh masing-masing UPT. Tujuan outbound untuk meningkatkan rasa kebersamaan dalam menghadapi maupun memecahkan masalah tanpa terhalang budaya “ewuh-pekewuh”, adanya perbedaan atasan dan bawahan, dan saling menghargai pendapat orang lain.
Outbound diawali dengan para peserta membentuk lingkaran dengan berbagai simulasi permainan. Misalnya : menyanyi “Marina Menari di Menara” dengan dibolak-balik, berhitung berurutan tetapi menghindari setiap ada angka 8, dan seterusnya. Setiap ada yang salah tentu saja dihukum dengan berjoged aneh, tidak perduli walau itu istri Kakanwil. Dibentuk juga 4 kelompok yang mana masing-masing kelompok harus mempunyai bendera, yel-yel, lagu “kebangsaan”, dan lambang. Yang menarik adalah permainan memindahkan botol air mineral isi 500ml dari satu titik ke ujung di seberangnya, dengan ketentuan tidak boleh pakai jari tangan dan jari kaki dan apabila menyentuh tanah harus diulang dari awal. Setelah mencapai ujung, air dalam botol mineral dipindah ke dalam balon dan kembali ke titik awal berangkat. Terlebih dahulu dibuat 4 titik berseberangan membentuk tanda hitung plus (+), masing-masing titik ditempati kelompok. Masing-masing kelompok harus melakukan hal yang sama yaitu memindahkan botol air mineral ke seberang. Kalau estafet botol itu sih mudah, umumnya peserta memindahkan dengan estafet dijepit kaki kemudian diterima oleh jepitan kaki berikutnya. Namun ketika air diisikan pada balon dan balon harus dipindahkan ke titik berangkat, ini terjadi banyak kelucuan. Sebab balon isi air tidak mudah dijepit kaki, licin !!. Ternyata setiap kelompok punya trik jitu untuk memindahkan balon, ada yang dengan dijepit kaki kemudian diterima dengan gigitan mulut teman estafet berikutnya, ada yang yang estafet dari gigitan mulut ke mulut berikutnya. Ini tidak melihat laki-perempuan, ibu kakanwil-ibu kadiv, semua harus kompak. Kelucuan juga terjadi ketika setiap peserta tiba di tengah, karena tidak boleh keluar dari garis. Masing-masing kelompok harus menyelamatkan tugasnya sampai selesai.
Masih banyak permainan-simulasi yang lain, seperti : membawa 5 gelas air tetapi peserta yang kakinya diikat tali rafia yang boleh menginjak tanah. Padahal peserta setiap kelompok isi 10 orang tetapi Cuma dapat 8 tali. Juga bermain perang-perangan. Setiap selesai permainan kemudian dibahas dan diambil kesimpulan, yang intinya harus ada strategi pemecahannya dan kekompakan. Ada juga renungan tentang sifat kita yang buruk dan yang membuat diri kita berharga (sifat baik kita). Api unggun dan joget berpasangan di atas selembar kertas koran.
Dari outbound tersebut para peserta memperoleh bekal yang amat berharga, bahwa kebersamaan selalu dapat memecahkan masalah. Jadi tidak memandang level manapun, pendapat banyak orang akan lebih baik dibanding satu orang. Integritas (jujur dan dapat dipercaya), Profesional (bekerja sesuai keahliannya), Komitmen (punya rasa tanggungjawab tinggi), Inovatif (selalu punya terobosan-terobosan positif), Kebersamaan (mengutamakan kerjasama), itulah nilai-nilai yang selalu harus kita junjung tinggi dalam melayani masyarakat agar publik puas.